|
The frist factor of beauty is healty Oleh : Sri Mulyani Mempercantik diri merupakan hal yang baik dimana setiap manusia menginkinkan kecantikan dan keindahan ragawinya. Hal ini tidak berlaku pada kalangan hawa saja, tak dapat dipungkiri tidak sedikit kalangan adam pun yang melakukannya. Bahkan berbagai kalangan pun bisa melakukannya dengan mudah mulai dari lowclass, middleclass, highclass atau dari berbagai profesi diluar dunia keartisan atau yang berkelut dibidang showbiz saja karena seorang penjual buah atau sayur dipasar pun bisa melakukannya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah bagaimana cara yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mendapatkan kepuasan dalam mempercantik dirinya. Dimulai dengan cara natural, medis hingga dengan menggunakan cara-cara yang bersifat tidak sehat. Tentunya dalam hal ini kecanggihan teknologi yang begitu pesat perkembangannya sangat besar pengaruhnya, seperti penemuan alat-alat baru penunjang kecantikan merupakan salah satu contohnya. Saat ini kita juga dengan mudah menemukan tempat-tempat yang diperuntukan untuk kecantikan atau perawatan seperti halnya salon, skincare, beauty clinic, Spa, dll. Mungkin jika kita flashback kebelakang tentunya masih sangat jarang sekali tempat-tempat diatas ditemukan kalaupun ada itu hanya diperuntukan untuk middle up saja,ain halnya dengan sekarang yang sangat dengan mudahnya kita mempercantik diri. Lalu apakah hal tersebut selalu memberikan efek yang baik seperti makin banyak orang yang cantik dan ganteng,
l tentunya hal tersebut bukan hanya menghasilkan efek positif saja atau kebaikan bagi yang melakukannya tetapi juga bias memberikan efek negatif. Jika kita tengok beberapa kasus yang terjadi, ternyata banyak sekali efek negatif yang ditimbulkan karena mempercantik diri baik yang berefek kecil hingga besar bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Beberapa cara untuk mempercantik diri saat ini sangat mudah dengan tidak membutuhkan waktu lama seseorang akan cepat mendapatkan kepuasan kecantikan dirinya. Ini sangat ironis sekali jika kita bandingkan dengan cara-cara yang dilakukan masa lampau yang masih bersifat alami (nature) sehingga sangat baik digunakan untuk tubuh. Dan berikut ini adalah beberapa cara yang digunakan untuk mempercantik diri yang bersifat natural: · Meminum jamu tradisional · Menggunakan ramuan yang berbahan alami (contohnya lulur berbahan rempah-rempah, masker dengan ketimun dll) · Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat (contohnya makanan dan minuman non instan, tanpa pengawet, tanpa bahan-bahan kimia dll) · Menjaga kesehatan tubuh (dalam hal ini kita harus bisa menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, beraktifitas, beristirahat yang cukup dan menjalankan pola hidup atau lifestyle sehat dan alami (back to nature) · Dll Beberapa cara diatas untuk saat ini sudah sangat jarang sekali dilakukan dizaman sekarang yang semua hal bisa dilakukan dengan instan dan praktis. Hal ini tentunya makin dipermudah dengan banyak sekali kosmetik atau produk-produk lainnya yang diproduksi dan beredar secara masal dengan menyuguhkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh produk tersebut mulai dari pencegahan, pengobatan hingga perawatan, jika dihitung-hitung berapa banyak produk tersebut mungkin ratusan bahkan ribuan belum lagi tempat-tempat yang diperuntukan untuk kecantikan baik yang bersifat legal ataupun illegal, dari hal tersebut kita harus lebih jeli dan pintar untuk menentukan pilihan didalam mempercantik diri sehingga dapat terhindar dari efek negatif yang tidak di inginkan karena bagaimanapun kita tidak akan bisa lepas dari hal tersebut sehingga antisipasi merupakan hal yang tepat dilakukan. Teknologi merupakan hal yang tak akan pernah bisa berbehenti perputarannya sehingga tiap waktu bisa menghadirkan sesuatu yang baru dengan tujuan untuk lebih mempermudah hidup manusia tentunya. Begitu juga terjadi dalam dunia medis yang berkembang dengan cepat sehingga semakin mempermudah manusia dalam mengatasi problem yang berkaitan dengan dunia medis, dan terspesialisasi lagi pada masalah mempercantik diri. Dimana dalam hal ini kita bisa memperindah dan mempercantik diri kita dengan sangat mudah sebagai contohnya dengan operasi plastik atau bedah plastik yaitu untuk memperindah dan mempercantik bentuk tubuh seperti memperbaiki kelopak mata atas dan bawah serta alis, membentuk pipi, dagu, dan hidung, face lift, neck lift, membuang tato, tummy tuck, liposuction (sedotlemak), memperbesar atau memperkecil bagian tubuh yang di inginkan (payudara, hidung, lengan, paha, dll). Beberapa hal diatas sangat mudah sekali dilakukan dan yang lebih hebat lagi tidak harus tenaga medis yang melakukannya karena cukup dengan keahlian (skill) dan pengalaman yang dimiliki seseorang dapat melakukan hal tersebut, hal inilah yang menyebabkan banyak sekali salon-salon kecantikan yang menjamur dan bertaburan dimana-mana yang tentunya illegal karena kebanyakan mereka menggunakan silikon cair dan tidak higienis sehingga bisa menyebabkan efek negatif tapi jika tergiur dengan harga murah dan mendapatkan kecantikan dan keindahan mana mungkin bisa menolak tentunya dengan iming-iming tersebut tanpa pikir panjang beberapa orang pun melakukan hal tersebut, yang tentunya resiko yang didapat pun cukup besar bahayanya bahkan bisa merenggut nyawa. Michael jacson salah satunya, kisah tragis superstar kelas 1 dunia ini terenggut nyawanya karena over dosis obat-obatan yang digunakan untuk menahan sakit yang dideritanya yang disebabkan oleh ulahnya sendiri yang melakukan bedah plastik atau operasi plastik beberapa kali sehingga dalam hidupnya dia harus menanggung resiko efek negatif dari operasi plastic hingga akhir hidupnya. Lalu bagaimana pandangan medis mengenai operasi plastik, para ahli kesehatan belum lama ini. Mereka pun menekankan bahwa bedah plastik seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berbadan sehat Dr. Rod Rohrich, seperti dikutip kantor berita Xinhua, Sabtu (12/1), mengatakan bedah plastik memiliki risiko yang sama besar dengan bedah-bedah lainnya. Seiring dengan makin tingginya jumlah orang yang ingin melakukan bedah plastik, khususnya di Amerika Serikat, para pakar kesehatan berupaya memberikan edukasi yang tepat tentang bedahplastik kepada masyarakat. "Bedah plastik hanya dapat dilakukan bagi para pasien yang sehat. Jika mereka tidak sehat, maka jangan sekali-kali memaksakan diri menjalani bedah plastik," tegasnya lagi. Menurut data American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 11 juta orang menjalani bedah plastik pada 2006, atau meningkat 48 persen dibanding tahun 2000. Sebuah studi yang dipublikasikan baru-baru ini oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery mengungkapkan bahwa komplikasi serius terjadi dalam satu di antara 298 kasus, dan kematian terjadi dari satu di antara 51.459 kasus. Dr Rohrich mengatakan, gencarnya pemberitaan media yang memfokuskan kepada kehidupan para selebritis dan tayangan reality shows dan iklan-iklan kosmetik dan produk-produk kecantikan di televisi menjadi penyebab utama meningkatnya popularitas bedah plastik. Riset yangdipublikasikan oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada Juli 2007. . Dan baru-baru ini diberitakan bahwa cina sebagai negara dengan penduduk terbesar, yang terjadi adalah 16000 warga cina pada tiap akhir pekan melakukan operasi plastik hal ini berdasarkan hasil riset salah satu rumah sakit di shianghai cina. Selain itu juga,penayangan reality shows atau iklan-iklan kosmetik dan produk-produk kecantikan di televisi dapat mempengaruhi seseorang secara langsung dalam mengambil keputusan menjalani operasi plastik. Maka dari itu ketika kita akan mempercantik diri dengan berbagai cara yang ada pada era ini sepatutnya bersikap hati-hati dan pandai dalam memilih yang terbaik karena dengan hal itu kita dapat memproteksi diri sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan serta kesehatan adalah faktor utama sebagai pertimbangan karena jika tidak, kecantikan dan keindahan yang kita dapatkan bukanlah hal yang nyata (notreal) atau hanya bersifat remanen saja. |